Pemilihan ketua dan bamus PPI Lyon 2012-2013
- Yasser Wahyuddin
- Kiki Irawati
- Citra Amalia Putri
- Rahmat Firman Septiyanto
- Jeremia Yonnathan
- Jason Leonardo Tanama
Ketua PPI Lyon Yasser Wahyuddin
Bamus PPI Lyon Jason Leonardo Tanama
Dengan demikian kepengurusan PPI Lyon 2011-2012 telah berakhir dan digantikan dengan PPI Lyon 2012-2013.
Bastian Okto Bangkit Sentosa
Read more...
Monday, October 08, 2012 | | 0 Comments
Informasi Lapor Diri ke KBRI Paris
Read more...
Monday, September 24, 2012 | | 0 Comments
Perjalanan TGV dari CDG (Paris) ke Part-Dieu (Lyon)
Untuk kesekian kalinya aku menyambangi Bandara Charles de Gaulle – Paris, bandara seperti halnya stasiun dan terminal, mengilustrasikan begitu banyak adegan sentimentil, dan menjelaskan secara implisit batas tipis antara kedatangan dan kepergian, antara pertemuan dan perpisahan, antara kebahagiaan dan kesedihan yang haru biru bercampur jadi satu terjalin dalam rasa rindu… dan secara pribadi aku pun punya kenangan di Aéroport ini..
- Untuk meninggalkan bandara menuju tempat tujuan anda dengan menggunakan Kereta/ Train / TGV, yang harus ada lakukan adalah mencari RER/ Paris par train/ Paris by Train bagi Anda yang akan menuju Paris atau carilah Gare SNCF/ railway station bagi Anda yang akan menuju kota-kota Perancis lainnya. Carilah lokasinya dengan mengikuti petunjuk gambar berikut:
3. Didalam Airport Stuttle perhatikan stasiunnya dan turunlah pada stasiun yang ada railway nya:
- Penunjuk halte-halte yang dilewati oleh Airport Stuttle
5. Anda akan mendapatkan tiket seperti ini:
- Suasana Jalur 4 kereata di CDG Paris
10. Setelah anda menemukan Voie-nya, segeralah mencari letak gerbong anda menggunakan mesin penunjuk, artinya gerbong 15 akan terletak pada sektor antara G dan H.. lingkaran Vous êtes ici menunjukkan anda berada disektor C sehingga anda harus segera menuju sektor G dan H.
- Mesin penunjuk Posisi gerbong
11. kembali ke langkah Nomor 6.. perhatikan Voiture dan kelasnya.. Angka 2 pada pintu menunjukkan kelasnya dan tulisan Voiture nampak pada jendela kecil didekat pintu.
Read more...
Friday, September 07, 2012 | | 1 Comments
PPI Lyon gelar malam budaya Indonesia
London (ANTARA News) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon bekerjasama dengan KBRI Paris menyelenggarakan malam budaya Indonesia (Soir e Culturelle Indonesienne), yang diadakan di gedung Amphitheatre ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l'Etat) Lyon, Prancis, akhir pekan.
Koordinator Fungsi Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Arifi Saiman, yang hadir mewakili KBRI Paris, kepada ANTARA News London, Minggu, menyampaikan apresiasi atas prakarsa dan keberhasilan PPI Lyon dalam mendukung terselenggaranya acara Soir e Culturelle Indonesienne.
Sesuai pepatah "Tak Kenal Maka Tak Sayang? (Savoir, Cest Croire), kegiatan promosi seni budaya semacam ini diharapkan menjadikan nama Indonesia semakin lebih dikenal di kalangan warga masyarakat Perancis, ujar Arifi Saiman.
Malam budaya Indonesia dihadiri sekitar 300 tamu undangan, termasuk Walikota Lyon, Lissieu Jean-Louis Schuk, Direktur Kerjasama Internasional ENTPE, Nicolas Farges, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Bambang Purnomo. Selain itu juga tampak hadir pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, serta kalangan anggota Association Franco-Indonesie dan PPI di Lyon dan sekitarnya.
Acara itu bertujuan untuk membantu mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Prancis melalui jalur seni-budaya.Sesuai misi promosi dalam acara malam budaya Indonesia menyajikan beragam promosi tentang Indonesia, seperti pameran foto tentang keindahan alam Indonesia, benda-benda budaya khas Indonesia.
Ditampilkan pula berbagai atraksi tarian tradisional, sajian aneka lagu daerah, peragaan busana adat nusantara, penayangan film dokumenter tentang kepariwisataan dan kebudayaan Indonesia, serta sajian informasi mengenai kekhasan busana batik serta cara dan proses pembuatannya.
Tarian tradisional yang ditampilkan meliputi tari Sigeh Pengunten dari Lampung, tari Piring dari Sumatera Barat, tari Yapong Jakarta, tari Bedana dari Lampung dan tari Puspanjali asal Bali.
Sementara itu, sejumlah lagu khas Indonesia juga ditampilkan diantaranya lagu Rayuan Pulau Kelapa dan lagu Es Lilin yang dibawakan secara langsung diiringi musik gitar akustik dan kecapi. Selain sajian karya seni-budaya, acara juga diisi dengan promosi gastronomi khas Indonesia, seperti rendang, kue pandan, cendol, dan bakwan. Khusus peragaan pakaian adat nusantara, acara ini merupakan acara penutup yang mendapat sambutan hangat dari para pengunjung Pakaian daerah yang ditampilkan pada acara ini meliputi pakaian adat Papua, Lampung, Betawi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Pakaian-pakaian daerah ini diperagakan secara berpasangan oleh para peragawan/peragawati yang berasal dari kalangan pelajar Indonesia dan Prancis.
Kegiatan ini ditutup dengan santap malam bersama dan pengundian hadiah yang panitia sediakan berupa barang-barang kerajinan khas Indonesia. Proses undian tombola berjalan meriah dan para tamu undangan yang beruntung mendapat hadiah tombola semuanya warga masyarakat Prancis.
Penyelenggaraan malam promosi budaya Indonesia di Lyon berlangsung sukses karena kepiawaian pemandu acara yang tampil dengan pakaian adat Minang mampu menjadikan suasana semakin lebih hidup, semarak dan bernuansa.
Minat warga masyarakat setempat untuk datang melihat pertunjukkan ini sangat besar dan banyak dari mereka belum pernah berkunjung ke Indonesia. Keragaman dan keindahan pakaian adat nusantara memikat perhatian pengunjung.
Hal ini tampak dari tingginya animo pengunjung untuk berpose bersama dengan para peragawan dan peragawati seusai berakhirnya acara peragaan busana daerah.
(T.ZG)
Source : Antara News
Re-blogged by PPI Lyon
Read more...
Soirée Indonésienne (Avril)

Curieux? Les danses, les chansons, les costumes
traditionnelles....même les culinaires d'un des pays de l'archipel?
Venez voir, la soirée culturelle Indonesienne, organisée par
l`association des étudiants d'Indonésie à Lyon (Pour la
reservation,contactez le numero/email sur l'image, place limitée)
Curious? The dances, the songs, traditional costumes... even the
gastronomies of one of the country of archipelago? Come and see, the
cultural night of Indonesia, organized by Association of Students of
Indonesia in Lyon (For the resevation, contact the number/email in the
photo, limited place)
Penasaran? Tari-tarian, lagu-lagu...bahkan kuliner dari salah satu negara kepulauan? Malam kultur Indonesia, dipersembahkan oleh persatuan pelajar Indonesia di Lyon (untuk reservasi hubungi nomer di gambar, tempat terbatas)
Admin
PS: Thx Andreas buat deskripsi acaranya, hehehe
Read more...
Thursday, March 29, 2012 | Labels: indonesia, kultural, PPI Lyon | 0 Comments
Soirée Indonésienne (Printemps 2012)
Saturday, January 28, 2012 | Labels: indonesia, kultural, PPI Lyon | 0 Comments
Kunjungan Dubes RI ke Lyon
Pada tanggal 13 Januari yang lalu, dubes RI di Prancis, Bpk. Rezlan Ishar Jenie mengunjungi Kota Lyon.
Kedatangan beliau pada awalnya dimaksudkan untuk kunjungan kerja dengan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) yang merupakan perpanjangan tangan Departemen Perdagangan RI di Lyon. ITPC di Lyon ini berfungsi sebagai salah satu tempat promosi perdagangan Indonesia yang kantor cabangnya tersebar di kota-kota besar diseluruh dunia
Mengutip berita dari dari detik.com
Kantor ITPC Lyon dibuka karena Prancis, sebagai pasar tradisional produk ekspor Indonesia, adalah salah satu dari tiga negara tujuan ekspor terbesar untuk pasar Uni Eropa, bersama Belanda dan Jerman, yang harus dipertahankan dan ditingkatkan nilai ekspornya.Selain melakukan kunjungan kerja tersebut, pada sore harinya beliau menyempatkan waktu untuk bertatap muka dengan PPI Lyon. Pertemuan ini merupakan respon dari KBRI Prancis terhadap acara kulturel yang sedianya akan dilangsungkan pada awal musim semi mendatang
Lyon dipilih sebagai tempat beroperasinya ITPC karena di samping sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Paris, juga merupakan salah satu pusat kegiatan industri dan pusat bisnis utama di Perancis dan memiliki populasi tinggi: 1,4 juta jiwa.
Pada diskusi tersebut, dibahas pula mengenai berbagai kendala serta detail dan rencana acara yang sedianya akan disuguhkan oleh PPI Lyon yang berkaitan dengan kegiatan kulturel tersebut. KBRI pun menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
Acarapun ditutup dengan suguhan makan malam di Hotel Mercure Charpenne
Sumber
- Dokumentasi PPI Lyon (thx to Jason)
- http://us.finance.detik.com/read/2009/07/15/051737/1165105/4/genjot-ekspor-ke-prancis-ri-buka-itpc-di-lyon?nd992203605
Read more...
Saturday, January 28, 2012 | Labels: makan-makan, PPI Lyon | 0 Comments

